
Lebih dari Sekadar Kongres, Inilah Perayaan Bersejarah Alumni Jesuit Dunia
Mulai 29 Juli hingga 2 Agustus 2026, Yogyakarta menjadi pusat perhatian dunia dengan menjadi tuan rumah World Union Jesuit Alumni (WUJA) Congress XI 2026 yang berlangsung di Universitas Sanata Dharma (USD). WUJA merupakan singkatan dari World Union of Jesuit Alumni, organisasi internasional yang menyatukan para alumni sekolah dan universitas Jesuit dari berbagai negara. Tahun ini menjadi sangat istimewa karena bertepatan dengan 70 tahun berdirinya WUJA sejak didirikan di Bilbao, Spanyol, pada tahun 1956.



Mengusung tema “United in Spirit, Leading with Purpose”, kongres ini menghadirkan sekitar 1.000 delegasi internasional yang terdiri atas alumni, akademisi, pemimpin Jesuit, profesional, hingga generasi muda dari berbagai benua. Menariknya, terdapat Top 10 Fun Facts yang membuat penyelenggaraan WUJA Congress XI Yogyakarta 2026 begitu istimewa, yaitu:
(1) Indonesia pertama kali menjadi tuan rumah WUJA Congress;
(2) bertepatan dengan perayaan 70 tahun WUJA;
(3) mempertemukan delegasi dari berbagai negara dalam satu forum global;
(4) mengangkat tema kepemimpinan yang relevan dengan tantangan dunia saat ini; serta
(5) diselenggarakan di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta sebagai salah satu institusi pendidikan Jesuit terkemuka di Indonesia.
Berikut adalah beberapa fakta menarik (fun facts) tentang World Union of Jesuit Alumni (WUJA) Congress XI 2026 yang diselenggarakan di Yogyakarta, Indonesia:
1. Indonesia menjadi tuan rumah pertama di Asia Tenggara
WUJA Congress XI 2026 merupakan pertama kalinya Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Kongres Dunia WUJA. Hal ini menjadi tonggak penting bagi jaringan alumni Jesuit di kawasan Asia Tenggara dan menunjukkan semakin besarnya peran Asia dalam komunitas Jesuit global.
2. Diselenggarakan bertepatan dengan 70 tahun WUJA
Kongres ini bukan hanya pertemuan rutin, tetapi juga menjadi perayaan 70 tahun berdirinya WUJA sejak organisasi ini didirikan pada tahun 1956 di Bilbao, Spanyol. Karena itu, WUJA XI memiliki makna historis yang sangat istimewa.
3. Mengusung tema global yang relevan
Tema resmi kongres adalah:
“United in Spirit, Leading with Purpose.”
Tema ini mengajak alumni Jesuit dari seluruh dunia untuk memperkuat persatuan sekaligus menghadirkan kepemimpinan yang berlandaskan nilai, pelayanan, dan dampak nyata bagi masyarakat.
4. Berlangsung di Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta
Seluruh rangkaian utama kongres dipusatkan di Universitas Sanata Dharma, salah satu universitas Jesuit paling terkemuka di Indonesia yang telah lama menjadi pusat pendidikan Ignasian.
5. Lebih dari sekadar konferensi
WUJA XI dirancang bukan hanya sebagai kongres, tetapi sebagai Leaders’ Summit yang bertujuan:
- memperkuat jejaring alumni dunia,
- merumuskan strategi kolaborasi global,
- membangun kemitraan lintas negara,
- menghasilkan proyek pelayanan bersama.
Karena itu, hasil yang diharapkan bukan hanya diskusi, tetapi juga aksi nyata setelah kongres selesai.
6. Pembukaan di Gereja Ganjuran yang unik
Pembukaan kongres diawali dengan Misa di Gereja Hati Kudus Yesus Ganjuran, sebuah gereja Katolik yang terkenal karena memadukan arsitektur dan budaya Jawa. Gereja ini menjadi simbol inkulturasi antara iman dan budaya lokal.
7. Gala Dinner di kawasan Candi Prambanan
Salah satu agenda yang paling dinantikan adalah Gala Dinner dalam rangka perayaan 70 tahun WUJA yang diselenggarakan di kawasan Candi Prambanan, salah satu situs warisan dunia UNESCO. Perpaduan suasana malam, pertunjukan budaya, dan latar candi menjadikannya pengalaman yang berkesan bagi peserta internasional.
8. Peserta diajak mengunjungi Borobudur
WUJA XI juga menghadirkan Immersion Trip ke Candi Borobudur, candi Buddha terbesar di dunia. Program ini memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus mendorong dialog lintas agama dan peradaban.
9. Yogyakarta dipilih karena identitasnya
Yogyakarta dikenal sebagai:
- Kota Pelajar;
- pusat kebudayaan Jawa;
- kota toleransi;
- kota dialog lintas agama.
Karakter tersebut sangat selaras dengan semangat pendidikan Jesuit yang menekankan pembentukan manusia seutuhnya (cura personalis) dan pelayanan bagi sesama.
10. Kongres menghubungkan alumni dari berbagai benua
WUJA XI mempertemukan alumni Jesuit dari berbagai negara, profesi, budaya, dan agama. Pertemuan ini menjadi ruang kolaborasi internasional yang melampaui batas negara, dengan fokus pada kepemimpinan, pendidikan, keadilan sosial, dan keberlanjutan.
11. Ada proses “Regional Listening Tour”
Sebelum kongres berlangsung, WUJA mengadakan forum regional di berbagai kawasan dunia untuk menghimpun gagasan dan kebutuhan dari komunitas alumni. Masukan tersebut kemudian menjadi bagian dari agenda resmi kongres di Yogyakarta, sehingga acara ini benar-benar mencerminkan suara komunitas global.
12. Bukan hanya reuni, tetapi membangun masa depan
Salah satu agenda strategis WUJA XI adalah penyusunan arah kolaborasi alumni Jesuit dunia, termasuk penguatan identitas bersama dan pengembangan proyek lintas negara yang berorientasi pada pelayanan dan dampak sosial.
Apabila diringkas, maka berikut ini Top 10 Fun Facts World Union Jesuit Alumni (WUJA) Congress XI 2026:
| Fun Fact | Mengapa Menarik? |
|---|---|
| Indonesia pertama kali menjadi tuan rumah WUJA | Tonggak sejarah bagi Asia Tenggara |
| Bertepatan dengan ulang tahun ke-70 WUJA | Momentum bersejarah organisasi |
| Tema “United in Spirit, Leading with Purpose” | Relevan dengan tantangan kepemimpinan global |
| Berlokasi di Universitas Sanata Dharma | Kampus Jesuit terkemuka di Indonesia |
| Pembukaan di Gereja Ganjuran | Perpaduan iman dan budaya Jawa |
| Gala Dinner di Prambanan | Pengalaman budaya di situs UNESCO |
| Immersion Trip ke Borobudur | Dialog lintas budaya dan peradaban |
| Menghadirkan peserta dari berbagai negara | Jejaring alumni Jesuit dunia |
| Dirancang sebagai Leaders’ Summit | Fokus pada kolaborasi dan aksi nyata |
| Yogyakarta dipilih sebagai simbol toleransi dan pendidikan | Mewakili nilai-nilai yang diusung WUJA |
Baca Juga: WUJA Congress XI 2026 Resmi Digelar di Yogyakarta
Dari Semangat WUJA Menuju Sustainability: Ketika Nilai Global Bertemu dengan Komitmen KWaS
Salah satu pesan penting yang dibawa oleh WUJA Congress XI Yogyakarta 2026 adalah bagaimana kepemimpinan masa depan harus berjalan beriringan dengan keberlanjutan (sustainability). Nilai tersebut juga menjadi bagian dari komitmen KWaS Wooden Kitchenware dalam menghadirkan produk-produk wooden kitchenware yang diproduksi secara bertanggung jawab menggunakan kayu dari sumber yang legal dan berkelanjutan. Komitmen ini semakin mendapat perhatian melalui factory visit oleh Mrs. Nancy Tuchman, Founding Dean of the School of Environmental Sustainability, Loyola University Chicago, bersama Professor Michael Schuck, Ph.D., Director of the International Jesuit Ecology Project, yang mengapresiasi upaya KWaS dalam menerapkan prinsip sustainable manufacturing. Dengan mengedepankan penggunaan kayu FSC® 100% Certified, proses produksi yang efisien, serta standar food grade, KWaS membuktikan bahwa produk berkualitas tinggi dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Semangat inilah yang menjadikan sustainability bukan sekadar tren, melainkan investasi nyata bagi masa depan bumi.



Baca Juga: Produk Ramah Lingkungan: Solusi untuk Keberlanjutan dan Kesehatan
Saatnya Beraksi! Mari Jaga Hutan untuk Generasi Mendatang!
WUJA Congress XI Yogyakarta 2026 mengingatkan kita bahwa setiap individu memiliki peran dalam menciptakan masa depan yang lebih baik. Salah satu langkah sederhana namun berdampak besar adalah memilih produk yang berasal dari sumber yang bertanggung jawab. Dengan menggunakan wooden kitchenware bersertifikasi FSC® 100%, masyarakat turut mendukung pengelolaan hutan yang lestari, menjaga keanekaragaman hayati, mengurangi eksploitasi sumber daya alam, sekaligus mendukung kehidupan masyarakat yang bergantung pada hutan. KWaS Wooden Kitchenware berkomitmen menghadirkan produk yang berkelanjutan (sustainable), food grade, aman digunakan sehari-hari, dan diproduksi dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.
Mari bersama menjadikan setiap pilihan kita sebagai kontribusi nyata bagi bumi. Pilih produk kayu bersertifikasi FSC®, gunakan produk yang berkelanjutan, dan ikut merawat hutan untuk generasi hari ini maupun generasi yang akan datang. Karena menjaga hutan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan tanggung jawab kita semua.
Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau tidak dari sekarang kapan lagi?!