
Berawal dari Sinergi, KWaS Berbagi Pengalaman Digital Marketing
Di tengah semakin pentingnya pemasaran digital bagi perkembangan usaha, kesempatan untuk berbagi pengalaman menjadi langkah strategis bagi para pelaku usaha kerajinan lokal. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta (Disperindag DIY) menghubungi CV Karya Wahana Sentosa (KWaS) untuk berbagi pengalaman dan sharing mengenai strategi digital marketing kepada para pelaku usaha sentra bambu di Muntuk, Dlingo, Bantul. KWaS menyambut baik kesempatan tersebut sebagai ruang untuk berbagi pengetahuan sekaligus membangun sinergi dengan para pelaku usaha kerajinan bambu. Menindaklanjuti undangan tersebut, KWaS kemudian melakukan koordinasi internal untuk mempersiapkan materi yang relevan dengan kebutuhan peserta, meliputi pembuatan company profile, katalog produk, pengelolaan website, hingga pemanfaatan sosial media sebagai bagian dari strategi pemasaran digital.



Adji Handicraft Menjadi Titik Temu Pelaku Usaha dan Praktisi Digital Marketing
Kamis, 17 September 2026, tim KWaS tiba di lokasi pelatihan yang bertempat di Adji Handicraft, Dusun Karangasem RT 8, Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Bantul. Kedatangan tim KWaS disambut langsung oleh pemilik Adji Handicraft, Bapak Slamet, yang juga menjadi tuan rumah kegiatan. Setelah tiba di lokasi, tim KWaS segera mempersiapkan berbagai alat dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk presentasi dan praktik digital marketing. Tidak berselang lama, rombongan dari Disperindag DIY tiba di lokasi pelatihan. Suasana kemudian menjadi semakin hangat dengan berkumpulnya para pelaku usaha sentra bambu Kelompok Guyub Rukun yang mengikuti Pelatihan Ekspor Angkatan ke-2. Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempertemukan pengalaman KWaS dalam pemasaran digital dengan potensi besar kerajinan bambu dari Muntuk, Dlingo, Bantul.
Baca Juga: KWaS Berbagi Pengalaman dalam FGD Pemberdayaan Usaha Mikro
Belajar Membuat Company Profile dan Katalog Produk yang Menarik
Pelatihan ekspor dengan materi strategi digital marketing kemudian dimulai setelah acara dibuka oleh MC dari tim Disperindag DIY. Sesi diawali dengan perkenalan Robertus Agung Prasetya selaku CEO KWaS yang memperkenalkan diri sekaligus memperkenalkan anggota tim KWaS lainnya, yaitu Afa dan Yoseph. Setelah sesi perkenalan, materi mengenai pembuatan company profile dan katalog produk disampaikan oleh Afa. Materi tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga dilengkapi dengan praktik sederhana yang dapat langsung diterapkan oleh peserta. Para pelaku usaha diberikan kesempatan untuk mencoba mengambil foto produk mereka, kemudian hasil foto tersebut dicermati dan dibahas bersama. Melalui praktik ini, peserta mendapatkan gambaran bahwa foto produk yang baik, informasi yang jelas, dan penyajian katalog yang menarik merupakan bagian penting dalam membangun citra usaha serta memperkenalkan produk kerajinan bambu kepada pasar yang lebih luas.
Baca Juga: FGD KWaS 2026: Inovasi Produk Craft & Furniture Eco-Lifestyle untuk Tembus Pasar Ekspor
Website dan Sosial Media, Pintu Menuju Pasar yang Lebih Luas
Setelah pembahasan mengenai company profile dan katalog produk, materi dilanjutkan dengan strategi pemanfaatan website dan sosial media yang disampaikan oleh Yoseph Brilliantono, salah satu staf marketing CV Karya Wahana Sentosa (KWaS). Pembahasan diarahkan pada bagaimana pelaku usaha dapat memanfaatkan kanal digital untuk memperkenalkan produk, membangun identitas usaha, menyampaikan informasi kepada calon pelanggan, serta membuka peluang pasar yang lebih luas. Pelatihan berjalan dengan baik dan mendapatkan respons positif dari peserta. Hal tersebut terlihat dari sejumlah pertanyaan yang disampaikan peserta kepada tim KWaS selama sesi berlangsung. Setelah kurang lebih dua jam, kegiatan kemudian ditutup dengan ucapan terima kasih dari tim KWaS. Bapak Slamet dari Adji Handicraft sebagai tuan rumah sekaligus peserta pelatihan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat dan inspirasi, khususnya untuk membuat katalog produk dan company profile yang lebih baik bagi usaha kerajinan bambu.
Baca Juga: Dari Yogyakarta ke Dunia: Jejak KWaS di Trade Expo Indonesia 2025
Bersinergi Mengembangkan Produk Bambu dan Wooden Kitchenware Ramah Lingkungan
KWaS menyampaikan terima kasih kepada Disperindag DIY, Bapak Slamet Adji Handicraft dan seluruh peserta Pelatihan Ekspor Angkatan ke-2, khususnya para pelaku usaha sentra bambu Kelompok Guyub Rukun, Muntuk, Bantul, atas kesempatan untuk berbagi dan belajar bersama. Bagi KWaS, berbagi pengalaman dengan para pelaku usaha sentra bambu bukan sekadar kegiatan pelatihan, tetapi juga merupakan sebuah berkah dan kesempatan untuk membuka ruang sinergi serta kolaborasi dalam mengembangkan produk. KWaS melihat peluang untuk memadukan karakter alami bambu dengan kayu jati sehingga dapat menghasilkan produk yang tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga fungsional dan ramah lingkungan. Semangat kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus berkembang untuk menghadirkan produk-produk wooden kitchenware berkualitas dengan bahan baku yang legal dan lestari. Mari terus menggunakan produk wooden kitchenware berkualitas yang awet, kuat, bernilai premium, dan ramah lingkungan.