Menjaga Tradisi dengan Inovasi: Bagaimana KWaS Mengintegrasikan Teknologi ke Dalam Proses Produksi

Pada Kamis, 8 Januari 2026, KWaS melakukan uji coba penggunaan sistem informasi produksi. Sistem informasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan seluruh alur produksi ke dalam satu sistem. Sistem ini menyatukan alur produksi mulai dari pemesanan oleh marketing (sales), perencanaan produksi (PPIC), pengadaan bahan, proses produksi internal & eksternal (supplier/subkon), hingga quality control (QC), packing, dan pengiriman agar tidak lagi terpisah-pisah secara manual.

Uji coba sistem dilakukan dengan melibatkan seluruh staf dan karyawan, termasuk tim analis dan tim website. Proses uji coba dilakukan ketika order pertama kali masuk dan diterima tim marketing, kemudian masuk ke dalam alur produksi, pengadaan bahan baku, proses pembuatan produk, quality control hingga proses pengemasan (packing) dan proses pengiriman (delivery).

Sistem informasi produksi ini secara tidak langsung membantu meningkatkan dan mengontrol proses produksi. Sistem ini dapat melacak dan mengirimkan laporan tentang: jumlah pesanan, jenis pesanan, status bahan baku dan bahan pendukung, tahap produksi, status QC dan produk siap dikirim atau belum. Dengan sistem ini, perusahaan dapat mengetahui posisi dan progres produk secara real-time.

Selain itu, dengan menggunakan sistem ini, maka dapat meminimalkan kesalahan data dan miskomunikasi antar divisi. Alur kerja menjadi lebih terstruktur dan terkontrol. Dengan sistem data yang terpusat, maka tidak akan terjadi input data yang berulang, meminimalisir risiko salah jumlah, salah jadwal, dan salah stok. Dengan demikian seluruh divisi bekerja berdasarkan data yang sama, valid dan up to date.

Sebagai kesimpulan, Sistem Informasi Produksi bertujuan untuk menciptakan proses produksi yang:

  • Terintegrasi;
  • Transparan;
  • Efisien;
  • Terkontrol; dan
  • Berbasis data.

Sehingga perusahaan mampu meningkatkan kinerja dan kapasitas produksi, kualitas produk, dan kepuasan pelanggan, sekaligus mengurangi risiko kesalahan operasional dan proses produksi.

Scroll to Top