KWaS Berbagi Pengalaman dalam FGD Pemberdayaan Usaha Mikro

Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan UMKM yang tangguh dan berkelanjutan. Berangkat dari semangat tersebut, KWaS memenuhi undangan dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Pemerintah Kabupaten Bantul sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Pemberdayaan Usaha Mikro. Kehadiran KWaS sebagai pembicara menjadi bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam mengembangkan model pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya menghasilkan produk wooden kitchenware berkualitas ekspor, tetapi juga memberikan dampak sosial nyata melalui pemberdayaan keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

Baca Juga: Memperkuat Kemandirian Ekonomi: PKH Sebagai Katalis Pemberdayaan Masyarakat di Jetis, Bantul

Pada Rabu, 8 Juli 2026, CEO KWaS – Robertus Agung Prasetya hadir sebagai pemateri dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Pemberdayaan Usaha Mikro dengan subtema “Strategi Penguatan Daya Saing dan Kemitraan Usaha Menuju Pasar Berkelanjutan.” Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 DKUKMPP, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Kabupaten Bantul ini menjadi ruang diskusi strategis antara pemerintah daerah, pelaku usaha, pendamping sosial, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem usaha mikro yang berdaya saing sekaligus mampu tumbuh secara berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor.

Baca Juga: Komisi B DPRD DIY Apresiasi Inisiasi Pemberdayaan PKH di KWaS Bantul

Sebagaimana disampaikan oleh Bapak Dendi, FGD ini diselenggarakan sebagai sarana evaluasi dan monitoring pelaksanaan program pemberdayaan keluarga penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH), khususnya di wilayah Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul. Forum ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman, tantangan, serta praktik terbaik dalam membangun kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha. Selain KWaS, kegiatan ini turut menghadirkan Bapak Jarwo dari Dinas Sosial Kabupaten Bantul serta Bapak Hartadi dari BAZNAS Kabupaten Bantul, sehingga diskusi yang berlangsung mampu memberikan perspektif yang komprehensif mengenai upaya penguatan ekonomi masyarakat penerima manfaat bansos melalui pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan.

Baca Juga: FGD KWaS 2026: Inovasi Produk Craft & Furniture Eco-Lifestyle untuk Tembus Pasar Ekspor

Komitmen tersebut sejalan dengan berbagai inisiatif yang selama ini telah dijalankan KWaS dan juga telah beberapa kali dipublikasikan melalui artikel di official website KWaS, khususnya mengenai program pemberdayaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayah Kapanewon Jetis, Bantul. Bersama para pendamping PKH, KWaS terus membangun sinergi agar para ibu-ibu KPM memperoleh kesempatan kerja produktif melalui proses finishing wooden kitchenware berkualitas ekspor. Saat ini, ratusan hingga ribuan produk wooden kitchenware dipersiapkan dan dipercayakan kepada tangan-tangan terampil para ibu PKH untuk diselesaikan sesuai standar kualitas KWaS. Model kolaborasi ini membuktikan bahwa keberhasilan sebuah UMKM tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan nilai sosial, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung terciptanya pasar yang berkelanjutan melalui praktik pemberdayaan yang inklusif.

Scroll to Top