
Sebagai salah satu UMKM manufaktur yang bergerak di bidang wooden kitchenware Indonesia, KWaS Wooden Kitchenware terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas operasional dan budaya kerja perusahaan. Sejak resmi menjadi mitra binaan Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA) sekitar satu tahun yang lalu, KWaS secara aktif mengimplementasikan budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) di seluruh area kerja. Hasil dari berbagai perbaikan yang telah dilakukan tersebut mendapat perhatian positif dari Yayasan Astra. Setelah melalui proses assessment dan evaluasi, pada Rabu, 24 Juni 2026, KWaS menerima kunjungan resmi dari tim Yayasan Astra Pusat untuk melihat secara langsung perkembangan implementasi budaya 5R di lingkungan perusahaan.
Baca Juga: Yayasan Astra Lakukan Assessment 5R untuk Perkuat Standar Produksi KWaS
Kunjungan resmi Yayasan Astra ke workshop KWaS merupakan bagian penting dari program pendampingan berkelanjutan yang selama ini dijalankan kepada seluruh mitra binaan YDBA. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan daya saing UMKM, tetapi juga membangun budaya kerja yang efektif, efisien, dan berorientasi pada kualitas. Melalui kunjungan ini, Yayasan Astra kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi KWaS dalam menjaga konsistensi pelaksanaan budaya 5R sekaligus mendorong pengembangan usaha yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.



Dalam agenda factory tour, tim Yayasan Astra berkeliling workshop untuk meninjau secara langsung berbagai area operasional KWaS. Mulai dari area produksi, penyimpanan bahan baku, quality control, hingga divisi packing, seluruh area diamati secara detail untuk melihat implementasi budaya 5R yang telah diterapkan. Tim Yayasan Astra memberikan apresiasi atas berbagai perbaikan yang terlihat nyata, mulai dari penataan area kerja yang lebih sistematis, pengelolaan peralatan yang lebih rapi, hingga peningkatan kesadaran seluruh karyawan dalam menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan kerja. Langkah-langkah tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan produktivitas dan kualitas kerja yang lebih baik.
Baca Juga: Belajar Kedisiplinan dari Suporter Jepang: Standar 5R Kini Jadi Kunci Kualitas di KWaS
Setelah kegiatan factory tour selesai, tim Yayasan Astra melanjutkan agenda dengan berdialog santai bersama Robertus Agung Prasetya selaku CEO KWaS. Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat kolaborasi, berbagai peluang pengembangan bisnis dibahas, termasuk ide pengembangan merchandise premium berbahan kayu yang memiliki nilai tambah tinggi dan potensi pasar yang luas. Pada kesempatan tersebut, Aloysius Daniel Harbianto selaku Mentorship and Supporting Development Dept. Head Yayasan Astra menyampaikan kesan positif setelah melihat secara langsung perkembangan KWaS. Beliau mengapresiasi semangat perbaikan yang terus dilakukan oleh tim KWaS serta berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus berkembang sehingga mampu membawa KWaS memasuki pasar yang lebih luas dan memperkenalkan berbagai produk wooden kitchenware inovatif kepada pelanggan domestik maupun internasional.
Baca Juga: Langkah KWaS Menuju Budaya Kerja Unggul Melalui Pelatihan 5R
Rangkaian kunjungan kemudian ditutup dengan sesi kunjungan ke showroom KWaS dan KWaS Omah Kayoe yang berlokasi di sisi selatan area packing. Di lokasi tersebut, tim Yayasan Astra berkesempatan melihat beragam koleksi produk unggulan KWaS yang terbuat dari kayu jati berkualitas, termasuk berbagai produk wooden kitchenware dan kerajinan kayu bernilai tinggi. Kunjungan showroom menjadi momen untuk melihat secara langsung hasil inovasi dan kualitas produk yang selama ini dikembangkan oleh KWaS.



Baca Juga: KWaS Omah Kayoe Hangatkan JIFFINA 2026
Sebagai penutup kegiatan, tim Yayasan Astra bersama Robertus Agung Prasetya melakukan foto bersama di dalam KWaS Omah Kayoe sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi berikutnya yang juga merupakan bagian dari jaringan mitra binaan Yayasan Astra – YDBA. Kunjungan ini menjadi bukti nyata sinergi yang kuat antara dunia usaha dan lembaga pendamping dalam menciptakan UMKM yang tangguh, kompetitif, dan berkelanjutan.