FGD KWaS 2026: Inovasi Produk Craft & Furniture Eco-Lifestyle untuk Tembus Pasar Ekspor

Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh CV Karya Wahana Sentosa (KWaS) pada hari Rabu, 8 April 2026 menjadi momentum penting dalam mendorong pengembangan industri kreatif berbasis keberlanjutan. Mengusung tema “Inovasi Produk Craft dan Aksen Furniture Berbasis Eco-Lifestyle: Menjawab Tantangan Green Economy di Pasar Ekspor”, kegiatan ini dilaksanakan di Semanaak Cafe & Resto, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. FGD ini dirancang sebagai ruang diskusi strategis untuk memperkuat daya saing produk lokal di pasar global yang semakin menuntut prinsip ramah lingkungan.

Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur CV Karya Wahana Sentosa (KWaS), Robertus Agung Prasetya, yang menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan dalam industri craft dan furniture. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa perubahan tren pasar global menuju eco-lifestyle bukan lagi pilihan, melainkan keharusan yang harus direspons secara adaptif oleh para pelaku industri. KWaS, sebagai produsen wooden kitchenware dan produk craft, berkomitmen untuk terus mengembangkan produk yang tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.

Sesi pertama FGD dimulai dengan pemaparan dari Haryadi Wibowo yang menyampaikan struktur organisasi 5R di KWaS. Selain menyampaikan pelaksanaan program 5R, Haryadi Wibowo juga menyampaikan evaluasi pelaksanaan 5R yang sudah berjalan selama 2 (dua) bulan di KWaS.

FGD ini menghadirkan sejumlah pemateri yang kompeten di bidangnya. Z. Arif Wicaksono selaku Founder PT Bio Industries membagikan wawasan mengenai pentingnya pemanfaatan material ramah lingkungan dan inovasi berbasis bio-material dalam mendukung ekonomi hijau. Ia menyoroti bahwa keberhasilan produk di pasar ekspor saat ini sangat dipengaruhi oleh aspek sustainability, termasuk penggunaan bahan baku yang dapat diperbarui serta proses produksi yang minim limbah.

Sementara itu, Dendi Sulistyo Wibowo, SSTP., M.IP sebagai Kepala Bidang Usaha Mikro dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Bantul, memberikan perspektif dari sisi kebijakan dan dukungan pemerintah. Ia menjelaskan berbagai program pembinaan dan fasilitasi yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk serta memperluas akses pasar ekspor. Dukungan ini diharapkan mampu memperkuat posisi industri lokal dalam menghadapi persaingan global.

Pemateri lainnya, Toto Winoto selaku Owner Tropica Furniture, membagikan pengalaman praktis dalam mengembangkan bisnis furniture berbasis ekspor. Ia menekankan pentingnya konsistensi kualitas, desain inovatif, serta storytelling produk yang kuat untuk menarik minat buyer internasional. Selain itu, penerapan prinsip eco-lifestyle dalam desain produk juga dinilai mampu meningkatkan nilai jual sekaligus membangun citra brand yang positif di mata pasar global.

FGD ini diikuti oleh seluruh staf dan karyawan CV Karya Wahana Sentosa dari berbagai divisi dan departemen. Partisipasi aktif peserta terlihat dari sesi diskusi interaktif yang membahas berbagai tantangan dan peluang dalam pengembangan produk craft dan aksen furniture berbasis ramah lingkungan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu, tetapi juga memperkuat kolaborasi internal dalam menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar.

Melalui penyelenggaraan FGD ini, CV Karya Wahana Sentosa (KWaS) berharap dapat terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta mendorong lahirnya ide-ide kreatif yang berorientasi pada keberlanjutan. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, KWaS optimis dapat menjawab tantangan green economy sekaligus memperluas jangkauan pasar ekspor produk-produk craft dan furniture Indonesia ke tingkat global.

Scroll to Top